Senin, 21 Mei 2012

Solusi untuk mengarah pada Integrasi :




Apapun sistem yang digunakan, tetap tidak akan dapat merubah sifat dari partai politik itu sendiri, yaitu berusaha untuk meraih kekuasaan dan merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan antar partai yang mempunyai  pandangan yang berbeda-beda.          Oleh karena itu, usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalisasikan potensi konflik adalah dengan mengadakan perubahan yang menyangkut cara-cara merebut dan mempertahankan kekuasaan, mencari dukungan dengan meninggalkan cara-cara yang mengarah kepada anarkisme, seperti tuduhan-tuduhan, tudingan-tudingan, dan lain-lain. Cara-cara yang digunakan hendaknya bersifat lebih kompromi dan toleransi melalui jalur-jalur yang netral, sehingga perbedaan yang memang suatu hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi tidak menjadi dasar dari timbulnya perpecahan, melainkan menjadi landasan terciptanya integrasi nasional yang mantap dan maju serta membuat masyarakat Indonesia bangga akan perbedaan yang menjujung tinggi pada integrasi sosial, serta membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat multikultural yang mengarah pada persatuan bangsa dan menciptakan budaya yang khas dari bangsa Indonesia yang kaya akan perbedaan seperti ras ,suku ,budaya ,agama. Dan memandang kearah maju untuk memperbaiki bangsa dengan perbedaan yang timbul diIndonesia .Serta mempererat dan menambah rasa solidaritas antar partai dan sebagian besar dari masyarakat Indonesia menekankan pada kehidupan bersama,saling mendukung dan menghormati satu sama lainya dalam berbagi hak dan kewajiban sehingga tidak banyak terjadi konflik partai maupun antar kelompok di Indonesia . Dan justru dengan sistem multipartai ini memberikan gambaran tentang interaksi antar partai dan struktur persaingan di antara sesama partai politik dalam upaya meraih kekuasaan pemerintahan yang bersatu dan serta meningkatkan stabilitas politik di Indonesia. Sehingga sebaiknya serentak bergerak parpol-parpol di indonesia untuk memajukan bangsa Indonsia dengan berbagai keanekaragaman sifat,serta visi misi dari parpol masing-masing untuk mengarah pada persatuan atas nama rakyat indonesia .Dilihat dari kasus diatas jelas partai politik bersifat etnosentris ,yaitu membanggakan dan membenarkan setiap perlakuanya pada partai yang dia miliki hal tersebut membuat tak stabilnya politik yang berlaku di  Indonesia sehingga mengakibatkan perpecahan persatuan dan kesatuan dari bangsa. Sebaiknya masyarakat serta parpol-parpol tidak mengedepankan egonya dan justru memperjuangkan bangsa Indonesia kearah yang lebih modern dengan adanya sistem multpartai ini sehngga terbentuk jiwa kebersamaan . Dan menjaln hubungan antar parpol yang harmonis serta saling mempercayai satu sama lain demi persatuan bangsa ini.
Dan mungkin ini pendapat saya tentang penanggulangan disintegrasi antar parpol :
1.      a. Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu untuk bangsa Indonesia
2.      b. Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus antar partai
3.      c. Membangun kelembagaan (Pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .
4.      e. Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif sehingga dalam pelaksanaan tidak terjadi konflik antar partai karena masalah pribadi atau pun masalah dalam pemerintahan .
5.        Pendidikan jangka panjang harus memperkenalkan tentang perbedaan umat manusia dan kemajemukan budaya bangsa Indonesia dari tingkat sekolah yang terendah sampai yang tertinggi secara bertahap,bertingkat dan berlanjut sehingga bisa terbentuk masyarakt yang tau adanya perbedaan dan jika menjadi penyalur aspirasi rakyat bisa benar-benar membangun kemajuan bangsa dengan perbedaan ini
6.      Pemerintah perlu mengadakan kajian secara akademik dan terus menerus agar didapatkan suatu rumusan bahwa nasionalisme yang berbasis multi kultural dapat dijadikan ajaran untuk mengelola setiap perbedaan agar muncul pengakuan secara sadar/tanpa paksaan dari setiap warga negara atas kemejemukan  dengan segala

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar